Dumai, 24 Juni 2026 – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah 04.06 Kota Dumai kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kegiatan kemanusiaan dengan turut ambil bagian dalam Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap seorang anak yang dilaporkan tenggelam di kawasan Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Purnama, Kota Dumai.
Dalam operasi yang melibatkan berbagai unsur tersebut, RAPI Kota Dumai mendirikan Pos Bantuan Komunikasi (Bankom) di sekitar lokasi kejadian serta menyediakan dukungan perangkat komunikasi radio guna memperlancar koordinasi antarunsur yang terlibat selama proses pencarian berlangsung.
Peristiwa bermula pada Selasa, 23 Juni 2026, ketika Nurfazira (6 tahun) dilaporkan terjatuh ke perairan Dermaga TPI Purnama saat berada bersama tiga saudaranya. Korban diduga kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya tenggelam dan terbawa arus.
Setelah menerima informasi kejadian, Basarnas bersama TNI, Polri, BPBD, instansi terkait, nelayan, relawan, serta berbagai organisasi kemanusiaan segera melakukan pencarian. RAPI Kota Dumai menjadi salah satu unsur pendukung yang langsung mengaktifkan jaringan komunikasi lapangan guna membantu kelancaran koordinasi operasi.
Ketua RAPI Wilayah 04.06 Kota Dumai, Suhartas, A.P., S.Kom (JZ04BBN), mengatakan bahwa kehadiran RAPI merupakan bentuk pengabdian organisasi kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung komunikasi pada setiap kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
“Dalam setiap operasi kemanusiaan, komunikasi menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan koordinasi di lapangan. Melalui Pos Bankom dan dukungan perangkat radio komunikasi, kami berupaya membantu memperlancar penyampaian informasi antara unsur-unsur yang terlibat sehingga proses pencarian dapat berjalan lebih efektif,” ujar Suhartas.
Selama operasi berlangsung, personel RAPI secara bergantian bertugas di Pos Bankom untuk mendukung komunikasi antara tim pencarian di darat, perairan, dan pos komando. Perangkat radio komunikasi yang disediakan juga dimanfaatkan sebagai jalur komunikasi cadangan apabila dibutuhkan dalam pelaksanaan operasi.
Setelah pencarian selama hampir dua hari, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban pada Rabu, 24 Juni 2026, sekitar pukul 08.30 WIB. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar 13 meter dari lokasi awal kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, menyampaikan bahwa korban selanjutnya dievakuasi menuju RSUD Dumai sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
"Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia sekitar 13 meter dari lokasi kejadian awal. Selanjutnya korban dievakuasi ke RSUD Dumai sebelum diserahkan kepada keluarga," ujar Budi Cahyadi.
Atas nama keluarga besar RAPI Wilayah 04.06 Kota Dumai, Ketua RAPI menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban.
“Kami turut berduka cita atas musibah yang dialami keluarga almarhumah Nurfazira. Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ungkap Suhartas.
Kegiatan ini kembali menegaskan komitmen RAPI Wilayah 04.06 Kota Dumai sebagai organisasi sosial di bidang komunikasi radio yang selalu siap mendukung pemerintah, Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan seluruh unsur penanggulangan bencana dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui keberadaan Pos Bantuan Komunikasi (Bankom) dan dukungan sistem komunikasi radio, RAPI berharap dapat terus menjadi mitra strategis dalam setiap operasi kemanusiaan, penanganan bencana, maupun kegiatan sosial lainnya di Kota Dumai.





